Elang Nuswantara Mengepakkan Sayap Tanpa Batas

Edy Gustan
.
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 09:46 WIB
Kirana Kejora yang menggawangi Komunitas Elang Nuswantara dalam acara peluncuran buku di Perpustakaan Nasional RI, Minggu (21/8).Foto: Kirana Kejora/istimewa

JAKARTA,Mataram.iNews.id-Kirana Kejora, seorang writerpreneur, best selling author, dan produser film, sebagai pengampu kelas menulis, ini menggawangi komunitas penulis Elang Nuswantara yang lahir pada 14 Maret 2022.

Elang Nuswantara merupakan komunitas penulis pencinta budaya dan alam Indonesia. Komunitas ini beranggotakan para pejuang literasi Nuswantara dari Indonesia timur sampai barat. Anggota komunitas berlatar belakang beragam, mulai Gen Z, Gen Milenial, hingga Gen X.

Kirana menuturkan, yang menyatukan para Elang Nuswantara, yakni semangat untuk nguri-nguri budaya dan mencintai Nuswantara.

Belum lama ini, komunitas tersebut meluncurkan tiga buku sekaligus. Ketiganya, yakni “Sang Mistikus Kasih” dari Elang Merah, “Pesan yang Belum Sampai” dari Elang Putih, dan “Beri Aku Cerita yang Tak Biasa” dari Elang Biru.

Kirana menambahkan, nama masing-masing pasukan dalam komunitas sesuai atmosfer kelas dan kelahirannya. Kirana anti memuji pasukan dan termasuk mentor 'galak' dengan jargon, perilaku nomor satu, karya nomor dua.

Kirana sebagai pengampu, sangat berharap Elang Nuswantara dapat melahirkan penulis-penulis pencinta kearifan lokal Nuswantara.

“Mau melahirkan buku solo, baik fiksi maupun nonfiksi, dengan kemasan bernas, kekinian, dan bermanfaat. Urip urup, pedoman penting seorang pelaku literasi budaya,” tuturnya.

Dia ingin ketiga buku karya Elang Nuswantara menjadi warna baru di dunia literasi tanah air. Juga menambah cahaya literasi budaya yang mulai redup karena beragam pengaruh budaya luar NKRI.

"Siapa pun bisa bergabung menjadi Elang Nuswantara, asal mau menulis budaya dan alam Indonesia dengan sepenuh rasa. Mau mendengar, melihat, dan merasakan. Peka dan peduli, itulah penulis sejati. Silakan berkenalan dengan IG @elangnuswantara," pintanya.

Dia juga berharap, hal ini menjadi awal penerbangan Elang Nuswantara yang baik dan bisa menjadi inspirasi para penulis pejuang. Sesuai dengan moto Elang Nuswantara, yakni “Menerbangkan karya, membuanakan jiwa dengan berkekasih semesta tanpa ketaksaan”. (*)

Editor : Edy Gustan
Bagikan Artikel Ini